Ayah

GambarSeperti biasa pada subuh telingaku selalu mendengar suara khas yang tidak asing sedikit pun bagiku. Membangunkan dengan lembut mimpiku di malam hari. Gusar-gusar aku seperti acuh tak acuh menanggapi kelembutan yang teramat kurasakan, dengan mudahnya aku menarik selimutku kembali dan ‘melungeker’ dihadapannya, tanpa menghiraukannya, mungkin aku terlalu meremehkan kelembutan yang saat itu kurasakan, terus menerus telingaku diisi dengan buaiannya,

“Heyy Nak, bangun, Bapak udah nunggu tuhh buat subuh jamaah” dengan lembut dan kasih sayangn aku dibuat olehnya tak ‘nyaman’ dengan tidurku.

“Eeehhh, iya Buk, iya!! Tanpa sadar aku telah membalas kelembutan da kasih sayangnya dengan sedikit kekakuan. Baca lebih lanjut

Peranan Organisasi Masisir; Dalam Perwujudan Idealisme Pelajar dan Mahasiswa al-Azhar

imagesPada lingkungan Mahasiswa, tentu tidak dapat terlepas dari sebuah wadah yang mampu dan sekaligus dijadikan tempat menampung aspirasi mahasiswa. Dengan kata lain, pada tempat itulah mahasiswa mampu mengekspresikan dan mengembangkan dirinya, entah itu organisasi yang bersifat internal maupun eksternal. Orientasi yang bersifat internal yang didorong dari dalam diri mahasiswa itu sendiri dan orientasi yang bersifat eksternal yaitu wadah yang mampu menampung dan mangaktualisasikan apa yang menjadi dorongan dari dalam diri mahasiswa.

Pada lingkungan mahasiswa yang mempunyai orientasi bukan pada kuantitasnya, namun juga berorientasi pada kualitas mahasiswa, tentu akan ditemukan titik korelasi antara intern dan ekstern kemahasiswaan. Baca lebih lanjut

Keterkaitan Batin Cinta

6Manusia mempunyai beberapa unsur yang bersinggungan langsung dengan adanya ‘fitrah’ yang telah dianugerahkan oleh Tuhan. Tentu di dalamnya terdapat dorongan internal maupun eksternal yang akan mengsinergikan input dan output yang menjadi ‘ciri khas’ dari manusia itu sendiri. Yang dimaksudkan pada titik eksistensi ini merupakan sanggahan dari peranan manusia itu sendiri terhadap apa yang dikehendaki dan direalisasikan oleh manusia, terdapat kelompok yang menyatakan bahwasannya, manusia tidak mempunyai andil sedikit pun dalam pengakulturasian dari apa yang menjadi prilaku dan tingkah laku manusia, ini merupakan titik ekstrim dari mind sate di atas, dari pandangan tersebut juga terdapat kelompok yang menyatakan bahwasannya menusia merupakan subjek yang vital dalam penentuan epistemologis dari apa yang menjadi output dari manusia, tanpa adanya unsur ‘tangan Tuhan’ dalam segala hal. Baca lebih lanjut

Balasan Cita-Cinta

love-babyManusia mampu bergerak begitu lancarnya dengan hanya menggunakan tekat serta keinginannya yang keras, konsep itu bertitik pijak pada ungkapan ‘manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling beruntung dan sempurna, sehingga mempunyai eksistensi dan kekuasaan penuh terhadap kegemilangan yang telah dan akan manusia raih’. Ungkapan di atas memang tidak sepopuler dan sefamiliar ungkapan-ungkapan para motifator ulung, karena ungkapan itu hanya keluar dari lisan manusia yang tiada mempunyai eksistensi apapun pada kancah proporsional pada bidang tersebut. Namun tidak begitu saja ungkapan itu dapat menjadi sebuah acuan dan pijakan, karena ungkapan tersebut memiliki konsekuensi yang menjadi tahapan tersendiri sebelum mampu mengaplikasikannya dalam metode dan komitmen untuk kehidupan kita. Baca lebih lanjut

Lalu Pada Siapa??

603142_10151272907268600_1868805523_nManusia telah dikaruniai akal dan rasa yang-semestinya-peka dengan keadaan dan apa yang terjadi di sekelilingnya, termasuk saya, yaa termasuk saya, dan juga engkau di sana. Dengan keadaan yang diberikan dan terjadi, rasa dan akal kita mencerna apa yang sebenarnya dikehendaki oleh sesuatu kejadian tertentu, meskipun keadaan dan akal itu sendiri yang memaksa untuk merenunginya, bukan secara otomatis dan dogmatis rasa-logika mampu dengan mudah mengekspresikan serta mengsinergikan apa yang telah terjadi, yang dirasakan dan dipikirkan oleh panca-indera manusia berupa rasa-logika. Pada setiap peristiwa-yang kita alami dengan seseorang-jelas memerlukan nilai-nilai sinergitas untuk menyikapi dan merenunginya, meskipun apa yang telah kita aktualisasikan tidak serupa dan sempurna sepenuhnya dengan yang telah menjadi ilusi kita sebelumnya.

Tidak cukup dengan mantera “bim salabim abrah kadabrah” saja untuk mampu menyesuaikan keadaan dengan hati nurani yang kita miliki, tentu itu semua memerlukan sosok lain yang kita anggap mampu menerima keadaan kita, karena dengan itu kita mampu menyuarakan dan mendapatkan kekuatan lain dari dalam sosok lain, yang mungkin saja itu dapat membatu kita untuk menyesuaikan dengan keadaan hati nurani kita yang sebenarnya. Tidak mudah, ya memang benar-benar tidak mudah untuk kita mencari sosok yang benar-benar mampu menerima yang akan mampu memberikan sinergi baru untuk rasa-logika yang kita miliki. Baca lebih lanjut

Dialektika Kata ‘Pertemuan dan Perpisahan

puisi-perpisahanTerkadang kenyataan lebih perih dan pedih untuk dirasakan dari apa yang telah diilusikan sebelumnya, namun itulah kenyataan. Kenyataan terkadang memutuskan dan menghentikan kebahagiaan. Jika memang kita menemui kenyataan yang sesuai dengan apa yang telah kita impikan, itu bukan hanya sebatas hal yang kebetulan, namun lebih dari itu merupakan peristiwa yang fantastik dan unik, karena sebetulnya kenyataan dan kebahagiaan tidak cukup dan memang tidak untuk didefiniskan. Tatkala kenyataan yang mengiringi dibelakangnya adalah sebuah kebahagiaan saja tanpa adanya batu sandungan yang akan dapat menjadi batu loncatan dari pendedasan dimensi-dimensi kehidupan, tentu menurut saya tidak mempunyai warna yang indah kehidupan yang sedang dan akan dijalani kelak.

Mengapa pelangi nan indah datang mengiringi perginya gemuruh petir dan hujan, karena itu sebuah fenomena alam yang menunjukkan dan membuktikan bahwa terdapat sebuah kebahagiaan di balik kenyataan yang mengerikan. Di balik awan yang mendung tentu terdapat gemintang yang menyinari keheningan malam tiada tara, hal itu menunjukkan betapa berharganya sebuah penantian panjang, menanti hilangnya kehampaan dalam jiwa angkasa membuncah. Baca lebih lanjut

Mengapa Mesti Hanya Hari Ini??

hari-ibuBukan begitu saja manusia terlahir di muka-bumi ini, dan bukan tanpa perantara tentunya. Bukan hanya manusia namun juga makhluk lain yang ada dan hidup di sekeliling kita. Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan makhluk-Nya baik jasmani maupun rahaninya. Manusia diciptakan dengan dianugerahi kasih sayang, dan secara manusiawi makhluk-Nya membutuhkan kasih sayang dari makhluk lain. Manusia mampu memeberikan kasih sayangnya kepada sesama yang ia kasihi sepenuhnya, karena naluri manusia memang berorientasi pada kasih sayang.

Manusia merupakan ‘hamba’ dari kasih sayang, hati manusia akan luluh jika telah mendapatkan kasih sayang dari sesamanya, siapapun itu, bagaimanapun ia dan apapun caranya. Buah dari kasih sayang teramat agung untuk diprediksikan serta direnungkan, yang jelas manusia akan ‘menghamba’ pada kasih sayang yang ia dapatkan dari sesamanya.

Lalu siapa dan yang seperti apa yang telah memberikan kasih sayangnya pada anak manusia seperti kita ini?? Apakah itu hanya sebatas pada lawan jenis kita, atau memang kasih sayang yang seperti itu dan dari sana yang benar-benar berhak mendapatkan kasih sayang balasan?? Adakalanya memang ‘benar’, dan adakalanya jua ‘salah’. ‘Benar’ Baca lebih lanjut

4 Orang ‘Ya’, 4 Hari ‘Gila’

10_sketsa-4-wanita1Baru-baru ini terdengar oleh kita kasak-kusuk yang melibatkan salah satu bupati pada daerah yang ada di negara kita Indonesia. Mungkin tidak perlu lagi kita menyinggung perihal apa itu, karena setiap kita-saya rasa-telah mengetahui dan memahami dalam perihal apa salah satu pimpinan pada suatu daerah terjerat kasak-kusuk itu. Bukan hanya sekedar kasak-kusuk biasa ketika didengarkan oleh pendengaran kita, namun dapat disebut dengan kasak-kusuk yang luar biasa. Tanpa adanya toleransi sang bupati itu pun menuruti apa yang ia kehendaki dan inginkan, yang tentunya berujung pada kerugian-kerugian yang ia sendiri rasakan. Sadar ataupun tidak, fenomena semacam ini terjadi dan menjadi cacatan sejarah penting pada bangsa kita. Entah apa yang melatarbelakangi perbuatan semacam ini dapat terjadi dan dilakukan, namun yang jelas kebobrokan moral dan perbuatan yang tidak berorientasi pada etika telah menjangkiti bangsa yang pada awalnya menyelinap pada jiwa para pemimpin bangsa dan merambah pada rakyatnya.

Berbicara kasak-kusuk di muka, tentu tidak dapat melepaskan diri dari peranan kaum hawa itu sendiri. Di satu sisi mungkin kaum hawa tersebut yang menjadi korban, namun di sisi lain tidak sedikit kaum hawa yang memang benar-benar mempunyai orientasi dan menginginkan demikian. Akan lebih ironis lagi jika wanita itu menikmati hal yang demikian. Baca lebih lanjut

Masuk Akal namun Tidak Masuk Hati

hatikunciSebagian manusia di sana-dan mungkin di sini- mengaung dengan beringasnya, mengaung bagaikan singa kehilangan gigi dan taringnya. Saya sedang berfikir dan membayangkan, bagaimana lucunya-mungkin juga bisa dikatakan gokil-ketika terlihat oleh saya singa tanpa gigi dan taring. Mengaung dengan ganasnya namun kehilangan kebuasan yang menjadi performen tersendiri dan terutama baginya. Saya tidak ingin berbelit-belit pada analogi ini, dan tentunya secara tidak langsung memberikan pintu bagi saya untuk lebih bisa membukanya lebih lebar lagi.

Manusia yang berkoar-koar dengan berjuta alasan dan ulasan tentang mereka-saudara-saudara saya di daerah perbatasan-, oh ya, tentunya saya masih mengakui bahwa mereka adalah saudara-saudara saya, yang mungkin membuat manusia-manusia yang saya maksud agak sedikit memuncungkan bibirnya dan mengerutkan  dahinya. Alasan dan ulasan yang-menurut saya-tidak berpangku, bertitik tolak dan berpijak pada segumpal daging yang telah dianugerahkan, hati. Dan Baca lebih lanjut

Mencari Tempat Perlindungan

hand_holding_baby_hand-otherBerbicara manusia. yaa, manusia, memang merupakan sebuah interpretasi yang selalu bergantung pada manusianya sendiri. Di satu sisi, seperti apa ia ingin mendeskripsikan dirinya sendiri dan di sisi lain, tak mampu melepaskan apa yang menjadi orientasi dari penialian atasnya pribadi. Dalam hal yang demikian, tentu itu akan menyuarakan apa yang dapat dikatakan dengan suara yang nihil didengar, semestinya seperti itu-menurut saya-. Tapi saya rasa tidak sepenuhnya demikian, yang saya tahu justru sebaliknya, manusia menyuarakan apa yang semestinya tidak disuarakan oleh manusia dan menggemparkan-menggemborkan apa yang telah bersuara sebelumnya.

Demikian, terdapat satu titik dari manusia yang entahlah sering disebut dengan apa. Titik itu-saya rasa-merupakan pusat dari manusia yang terdiri dari beragam-macam unsur, yang sering tidak [ter]dihiraukan oleh sang pemilik titik itu. Ohh yaa, saya mengerti titik itu sering disebut dengan apa, Baca lebih lanjut