Sahabat atau Saudaraku sekalian, mungkin telah banyak kita dengar berita atau pemberitahuan kepada diri kita, dari orang-orang terdekat kita ataupun dari media elektronik yang ada, yang mengabarkan , yang menjelaskan kepada diri kita , tentang apa sih yang dimaksud dengan Pemimpin itu?? tentang bagaimana perilaku seorang pemimpin yang baik, pemimpin yang sukses dan patut ditiru oleh rakyat atau diikuti oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Baiklah untuk mengawali kita lihat Negara yang menurut dunia ini adalah Negara yang disiplin, yaitu Jepang. Sebagaimana kita ketahui, bahwa jepang dipimpin oleh seorang Perdana-Mentri, bukan Presiden seperti Indonesia, namun sama saja hanya beda istilah. Melihat pemimpin Jepang atau Perdana-Mentri , sangat baik dalam hal sosialisasi terhadap masyarakat, ketika ada ada seorang rakyat jelata mengadu kepada Perdana-Mentri tersebut, maka orang itu tidak diacuhkan begitu saja, ketika tak ada orang lain yang tidak mau mendengar, maka ia sangat antusias mendengarkan segala keluhan orang tersebut, dan menurut sejarah, ketika sebelum pelantikan atau lebih tepatnya ketika kampanye, disaat mereka para calon berjanji kepada masyarakat untuk memberikan yang terbaik, maka kebanyakan dari mereka menepati janji mereka tersebut.Kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa Pemimpin Jepang tidak berbeda dalam hal tingkatan, mereka sadar siapapun yang mengadu kepada mereka, harus mereka dengarkan, karena seluruh rakyat mulai dari kelas menengah keatas hingga menengah kebawah itu semua adalah tanggung jawab Pemimpin.

Mungkin sekilas tentang Pemimpin untuk Jepang, selanjutnya kita lihat seorang Pemimpin perang Negara Amerika pada perang dunia-2. Seorang Pemimpin yang bernama John-Bouseline, saat itu Amerika sedang perang melawan jepang  memperebutkan daerah yang bernama goulcester, disaat para pasukan mengalami trauma karena baru pertama kali mengalami peperangan, saat itu john mengumpulkan mereka semua dalam satu ruangan, kemudian dia mulai berkata, member motivasi kepada pasukannya,”pasukanku, kita sudah berada disini, dan sangat kecil kemungkinan kita untuk kembali lagi, oleh karena itu, berjuanglah hingga tetes darah terakhir, jangan sampai musuh kita mempermalukan kita disini, hancurkan mereka semua dengan semngat kalian…” begitulah cara john bouseline memotivasi pasukannya, memberikan semangat yang hebat , tanpa sedikit mengurangi keberanian mereka dalam medan perang.

Selanjutnya kita lihat seorang pemimpin Islam pada zaman terdahulu, Thariq bin ziyad.  Tahriq berlayar untuk melakukan perang, dan ketika tahriq telah sampai ke tempat perang, dia pun membakar kapalnya, pasukannya terkaget2, bertanya2, mengapa Thariq membakar kapalnya, maka Thariq pun menjawab,” wahai saudaraku, wahai pasukanku, musuh kita terlihat jelas di depan kita, jika hari ini kita kalah dalam peperangan, maka tidak ada tempat bagi kita untuk lari atau bersembunyi, maka dari itu, berjuanglah hingga tetes darah penghabisan, sampai kita meraih kemenangan..” dan apa yang terjadi setelah itu, perang pun terjadi, dan akhirnya pasukan yang dipimpim oleh Thariq bin ziyad dapat memenagkan peperangan tersebut. Dalam kehidupan kita banyak sekali mereka yang menyerah sebelum bertarung, menyerah sebelum mencoba apa yang telah diperintahkan. Para ilmuwan terdahulu atau contohnya penemu lampu, yaitu alva Edison, dia termasuk orang yang susah atau tidak bias dikatakan sebagai orang yang pengeluh, putus-asa, karena dia dalam penemuannya ada yang mengatakan bahwa dia telah mencoba 100 bahkan seribu kali hingga akhirnya terciptalah bola lampu seperti yang kita kenal saat ini.

Begitulah sekilas para pemimpin yang patut kita contoh, lalu bagaimana dengan Idonesia..?? kita lihat pada masa soekarno, beliau berkata,” berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan merubah Negri ini.” Pada masa soeharto, dikatakan bahwa hanya dengan 100 Kopasus Indonesia, soeharto dapat menaklukan Australia.  Dan mungkin masih banyak kisah lagi yang pastinya kita semua tentang bagaimana cara Jendral sudirman memimpin, perjuangan Ahmad dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah,  Cut nyak dien, dan masih banyak lagi.

Lalu bagaimana dengan cara kita memimpin?? Sudah sehebat mereka atau sudah sepintar BJ.Habibie, Roselvelt, ataukah Einstein kah diri kita..??  Lihatlah diri kita kawan, motivasi diri kita, jangan beranggapan bahwa diri kita tidak bisa seperti mereka, lihatlah dalam ayat Allah, telah jelas disebutkan,”Aku hendak menjadikan seorang khalifah(Pemimpin) dimuka bumi ini” siapakah khalifah itu?? Dialah diri kita kawan, kita semua adalah Pemimpin.

كلكم راع , وكلكم مسؤل عن رعايته

Postet by, Zubair Abdurrahman.