Sahabat sekalian, tentunya semua manusia yang terlahir di dunia ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan. Namun, ternyata tidak semua manusia bisa mendapatkannya, dan mereka yang belum berhasil mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan sebahagian bukan karena takdir yang telah ditentukan oleh_Nya, bukan karena miskin dan bukan karena nasib. Tapi mereka gagal mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup karena rasa yang selalu mengusik kehidupan ini yang tidak lain kita semua memilikinya.

Itulah malas, rasa malas merupakan musuh utama kita didunia ini, dalam usaha mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Bila kita telaah lebih dalam, sebenarnya rasa malas itu bukan semena-mena berasal dari diri kita secara pribadi, melainkan juga berasal dari godaan syetan kepada anak cucu Adam A.S. Yang bertujuan agar manusia jauh dari kesuksesan, sehingga jika kita tidak medapatkan kesuksesan yang selalu kita dambakan, oleh karena itu kita akan mudah mengalami frustasi, stress, resah dan akhir puncaknya tanpa sadar kita melakukan maksiat pada_Nya kerana kita kurang memahami akan ni’mat-ni’mat yang telah Allah berikan pada kita.

Apabila kita perhatikan lingkungan disekeliling kita, sesungguhnya amat sangat banyak manusia yang bekerja namun sebenarnya bukan pekerjaan itu yang mereka iniginkan. Tapi kenapa kita menjadi seperti ini, maka lihatlah masa lalu kita terlebih dahulu, kemungkinan kita menghabiskan masa lalu kita dengan mengarungi sungai kemalasan, sungai keputusasaan terlebih jauh dari pada_Nya. Karena Allah itu maha kaya, dan Allah akan merubah keadaan suatu kaum apabila kaum tersebut benar-benar niat merubah dirinya. Jika kita amati, apa yang menjadi hasil kita saat ini merupakan hasil dari jerih payah kita dimasa lalu.

Seorang ahli Matematika Phytagoras berpesan untuk kita semua, “Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.” Sungguh sebuah pesan yang sangat “nyata” bukan?? Oleh karena itu mari kita berusaha menghancurkan rasa yang menjadi musuh kita yang sangat nyata ini dalam diri kita.

Dari sana maka timbullah sebuah ungkapan dan pertanyaan, bagaimana cara menghilangkan rasa ini?? Sahabat sekalian, sesungguhnya rasa malas ini adanya hanya dalam pikiran kita yang akan hilang apabila diiringi dengan tindakan yang nyata, rasa malas hanyalah permainan pikiran dan nafsu manusia. Rasa malas seperti binatang peliharaan, jika terus di ikuti maka rasa malas akan berkembang dan terus berkembang. Maka cara terbaik jika kita terjangkit rasa itu, belajar ialah dengan cara kita belajar, shalat dengan cara melakukan shalat, malas mengangaji dengan cara mengaji, maka ketika kita mau mendobrak rasa malas kita diawal maka kedepannya rasa malas tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Jika hari ini kita malas untuk belajar, maka tetaplah belajar namun dengan frekuensi yang lebih sedikit, dan “Janganlah belajar menunggu semangat, tapi belajarlah maka kalian kita akan semangat” seorang penulis novel yang berhasil menulis ratusan halaman, mereka menulis dengan tidak menunggu inspirasi, tapi mereka tetap menulis walaupun inspirasi belum muncul, karena inspirasi akan muncul selama proses dan perjalanan bukan diawal mulanya.

Dan cara terakhir yang bisa di tempuh ialah berdoa kepada Allah agar kita di jauhkan dengan rasa yang menjadi musuh kita ini, yaitu rasa malas, dan berdoa agar selalu di berikan motivasi setiap saat. Doa yang Rasulullah ajarkan tentang ini ialah : “Allahuma inni a’udzubika minal hamni wal hazan, wa udzubika minal jubni wal Buhl, wa’udzubika min gholabatiddhaini wa khorririjaal”, “wahai Allah Sungguh Aku Berlindung pada Mu dari Gundah dan Sedih, juga dari Lemah dan Malas, dan dari Kikir dan penakut, dan dari himpitan utang dan penindasan orang lain” (Shahih Bukhari).

Mari sahabat, kita bersama-sama berusaha menghancurkan rasa malas dalam diri kita, agar kita tidak menyesal dikemudian hari.